APA ITU PERDAGANGAN EMAS BERJANGKA?

Perdagangan emas berjangka adalah perdangangan berjangka di sector komoditi khusus emas, dimana perdangangan tersebut termasuk dalam bursa berjangka dalam skala internasional dengan pengawasan langsung oleh Departemen Perdagangan RI dibawah badan pengawas dan pelindung BAPPEBTI (BADAN PENGAWAS PERDAGANGAN BURSA KOMODITI).

 

TINGKAT KEAMANAN INVESTASI                                    

Perdagangan emas berjangka memiliki keunggulan yaitu tingkat aman yang relative lebih baik daripada perdagangan mata uang karena emas merupakan alat yang dijadikan sebagai jaminan nilai kekayaan di hamper semua Negara-negara didunia sehingga harga emas cenderung mengalami trend naik, dimana jika nilai/harga emas turun maka Negara-negara akan segera mengambil tindakan koreksi bersama agar harga emas yang menjadi standar kekayaan stabil atau tidak turun. Artinya dalam prosesnya investasi relative lebih ada kepastian bahwa harga tidak akan jatuh tanpa kembali lagi. Maka keamanan investasi di perdagangan emas ini cenderung bertambah seiring pemahaman masyarakat akan tingkat keamanan dana dan perdagangannya. Dilain pihak perdagangan ini hanyalah bisa dilakukan oleh orang atau lembaga/ perusahaan yang sudah memiliki izin perdagangan dari Departemen Perdagangan sehingga dalam pelaksanaannya pun diatur dengan Undang-Undang Khusus perdagangan berjangka yaitu UU No.32 tahun 1997 dan revisi UU No.10 tahun 2011 tentang perdagangan berjangka. Didalam UU tersebut diatur cara-cara procedural yang harus dipenuhi agar bisa melakukan perdagangan. Baca entri selengkapnya »

FOREX dalam HUKUM ISLAM

Posted: Desember 13, 2011 in FATWA-FATWA

Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa Forex (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum islam. Perdagangan valuta asing timbul karena adanya perdagangan barang-barang kebutuhan/komoditi antar negara yang bersifat internasional. Perdagangan (Ekspor-Impor) ini tentu memerlukan alat bayar yaitu UANG yang masing-masing negara mempunyai ketentuan sendiri dan berbeda satu sama lainnya sesuai dengan penawaran dan permintaan diantara negara-negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN NILAI MATA UANG antar negara.

Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai.

 

HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS :
1. Ada Ijab-Qobul: —> Ada perjanjian untuk memberi dan menerima

• Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai.

• Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan.

• Pembeli dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan dan melakukan tindakan-tindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat)
2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:

• Suci barangnya (bukan najis)

• Dapat dimanfaatkan

• Dapat diserahterimakan

• Jelas barang dan harganya

• Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya

• Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan.
Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan dalam agama.
“Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan”. (Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas’ud)
Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifat-sifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah:

”Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya”.
Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual. Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam: Baca entri selengkapnya »

FATWA tentang DEPOSITO

Posted: Oktober 20, 2010 in FATWA-FATWA

FATWA
DEWAN SYARI’AH NASIONAL
NO: 03/DSN-MUI/IV/2000
Tentang
D E P O S I T O

Dewan Syari’ah Nasional setelah
Menimbang : a. bahwa keperluan masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan dan dalam bidang investasi, pada masa kini, memerlukan jasa
perbankan; dan salah satu produk perbankan di bidang penghimpunan dana dari masyarakat adalah deposito, yaitu simpanan dana berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank;

b. bahwa kegiatan deposito tidak semuanya dapat dibenarkan oleh hukum Islam (syari’ah);
c. bahwa oleh karena itu, DSN mempandang perlu menetapkan fatwa tentang bentuk-bentuk mu’amalah syar’iyah untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan deposito pada bank syari’ah.

Mengingat : 1. Firman Allah QS. al-Nisa’ [4]: 29: Baca entri selengkapnya »

TATA CARA SHALAT BAGI ORANG SAKIT

Posted: Agustus 9, 2010 in syari'ah

Pada dasarnya orang sakit sama dengan orang sehat dalam hal kewajiban melaksanakan shalat, hanya bagi orang sakit ada beberapa rukhsah (keringanan) dalam melaksanakannya. Di dalam al-Qur’an dijelaskan bahwa agama Islam itu mudah tidak sulit, dan Allah tidak menjadikan untuk kita dalam agama suatu kesempitan.

وَجَاهِدُوا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللهِ هُوَ مَوْلاَكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ [الحج، 22: 78]

Artinya: “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (ikutilah) Agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”. [QS. al-Hajj (22): 78] Baca entri selengkapnya »

tata cara shalat tahajud dapat disimpulkan secara ringkas sebagai berikut:

  1. Waktu pelaksanaannya adalah setelah shalat isya sampai sebelum waktu shubuh. (Berdasarkan HR. al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah). Tetapi yang paling baik adalah pada sepertiga akhir malam (Berdasarkan HR. Ahmad, Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Jabir).
  2. Shalat tahajud boleh dikerjakan secara berjamaah (berdasarkan HR. Muslim dari Ibnu ‘Abbas), dan boleh juga dilakukan sendirian.
  3. Diawali dengan shalat iftitah dua rakaat. (Berdasarkan HR. Muslim, Ahmad dan Abu Daud dari Abu Hurairah). Adapun cara melaksanakan shalat iftitah adalah sebagai berikut:
    1. Sebelum membaca al-Fatihah pada rakaat pertama, membaca do’a iftitah: Baca entri selengkapnya »

1. Pengertian I’tikaf

I’tikaf menurut bahasa artinya berdiam diri dan menetap dalam sesuatu. Sedang pengertian i’tikaf menurut istilah dikalangan para ulama terdapat perbedaan. Al-Hanafiyah (ulama Hanafi) berpendapat i’tikaf adalah berdiam diri di masjid yang biasa dipakai untuk melakukan shalat berjama’ah, dan menurut asy-Syafi’iyyah (ulama Syafi’i) i’tikaf artinya berdiam diri di masjid dengan melaksanakan amalan-amalan tertentu dengan niat karena Allah. Majelis Tarjih dan Tajdid dalam buku Tuntunan Ramadhan menjelaskan I’tikaf adalah aktifitas berdiam diri di masjid dalam satu tempo tertentu dengan melakukan amalan-amalan (ibadah-ibadah) tertentu untuk mengharapkan ridha Allah.

I’tikaf disyariatkan berdasarkan al-Quran dan al-Hadits. Baca entri selengkapnya »

Wakaf dan Hibah

Posted: Juli 28, 2010 in syari'ah

Pengertian wakaf

Wakaf, dalam bahasa Arab berarti habs (menahan). Artinya menahan harta yang memberikan manfaatnya dijalan Allah. Dari pengertian itu kemudian dibuatlah rumusan pengertian wakaf menurut istilah. Yaitu “perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadat atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran islam” (Kompilasi Hukum Islam, Buku III, Bab I, Pasal 215).

Adapun dalil-dalil sebagai anjuran melakukan wakaf antara lain:

  1. Firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 92
  2. Hadits riwayat Muslim dari Ibnu ‘Umar ra: Baca entri selengkapnya »

Hukum ONANI

Posted: Juli 28, 2010 in syari'ah
  1. tentang masalah onani

onani (istimna’) atau masturbasi bagi perempuan adalah (perbuatan) mengeluarkan mani bukan melalui jalan persetubuhan, baik dengan telapak tangan atau dengan cara yang lainnya (Mu’jam Lughah al-Fuqaha, vol. I: 65). Namun penjelasan dalam kitab-kitab fiqh, hemat kami cenderung pada kesimpulan bahwa onani adalah mengeluarkan sperma atau mani dengan disengaja dan dilakukan dengan menggunakan tangan, baik tangannya sendiri, tangan istri atau tangan budak perempuannya ketika syahwat sedang muncul dan atau memuncak.

Mengenai perbuatan ini, para fuqaha yang sejak dulu sudah membahasnya dalam kitab-kitab fiqh karangan mereka terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yaitu kalangan ulama Malikiyah, Syafi;iyah, dan Zaidiyah yang mengharamkannya. Argumentasi mereka adalah bahwa Allah memerintahkan untuk menjaga kemaluan dalam semua perilaku, kecuali untuk istri dan budak yang dihalalkan (milku al-yamin).

Jika seseorang melampaui dua hal ini dan dia beronani, maka dia dianggap seperti kaum Ad yang melampaui batas dari apa yang dihalalkan Allah dan melakukan sesuatu yang diharamkan. Allah berfirman; Baca entri selengkapnya »

Secara umum, al-Qur’an menyebut bencana dengan kata مصيبة  (musibah). Musibah terkadang di artikan sebagai cobaan dari Allah, sebagai bencana karena kalah dalam peperangan atau bencana akibat perbuatan ceroboh tangan sendiri. Berikut ini beberapa ayat yang memuat kata musibah tersebut:

  1. Q.s. Al-Baqarah [2]: 155-156
  2. Q.S. Ali Imran [3]: 165
  3. Q.S. An-Nisaa’ [4]: 62

Al-Qur’an adalah kitab yang menceritakan kejadian-kejadian pada masa dahulu, masa sekarang, dan masa yang akan dating. Begitu pula tentang musibah yang pernah terjadi, telah tertulis pula di dalam Al-Qur’an. Berikut ini ayat-ayat yang berkenaan dengan musibah yang terdapat dalam Al-Qur’an: Baca entri selengkapnya »

Fatwa Haram rokok Muhammadiyah

Posted: Juli 14, 2010 in FATWA-FATWA

FATWA MAJELIS TARJIH DAN TAJDID

PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH

NO. 6/SM/MTT/III/2010

TENTANG HUKUM MEROKOK

Menimbang :

  1. Bahwa dalam rangka partisipasi dalam upaya pembangunan kesehatan masyarakat semaksimal mungkin dan penciptaan lingkungan hidup sehat yang menjadi hak setiap orang, perlu dilakukan penguatan upaya pengendalian tembakau melalui penerbitan fatwa tentang hukum merokok;
  2. Bahwa fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diterbitkan tahun 2005 dan tahun 2007 tentang Hukum Merokok perlu ditinjau kembali; Baca entri selengkapnya »